Mengenali Pola Keluarga
Gambar genogram 3 generasi. Lihat pola yang selama ini mengalir tanpa Anda sadari. Genogram bukan hanya peta luka, ia juga peta cahaya.
“Aku tak mau jadi seperti orang tuaku.” Tapi kenapa bentakan itu tetap keluar? Cara marah yang sama, cara diam ketika terluka, cara terlalu cemas. Jawabannya ada di 3 generasi keluarga Anda. Buku ini dan 14 worksheet-nya memandu Anda menemukan pola itu, menghentikan lukanya di Anda, lalu meneruskan cahayanya ke anak-anak.
Buku fisik Rp 125.000 · 14 worksheet di dalamnya · Dikirim ke rumah Anda
✦ Direkomendasikan Branch Manager STIFIn Genetic Indonesia & Founder RichLifeBalance.Asia
Kalau ada satu saja yang terasa “ini aku banget”, itu bukan karena Anda orang tua yang buruk. Anda sedang membawa sesuatu yang diwariskan, tanpa pernah Anda minta, dan tanpa ada yang sempat menghentikannya.
Bukan buku untuk dibaca sekali lalu disimpan. Tiap tahap punya bacaan, kisah, dan worksheet-nya sendiri. Kerjakan pelan-pelan, sesuai ritme Anda.

Gambar genogram 3 generasi. Lihat pola yang selama ini mengalir tanpa Anda sadari. Genogram bukan hanya peta luka, ia juga peta cahaya.
Kenali luka yang dibawa, asuh ulang diri, dan memaafkan, tanpa harus memaksakan hubungan.
Temukan kekuatan keluarga, bicara dengan bahasa cinta, lalu bawa cahaya itu pulang.
Anda akan tahu kenapa hal kecil bisa memicu reaksi sebesar itu, dan dari generasi mana asalnya. Jadi saat anak menumpahkan susu pagi-pagi, ada jeda sepersekian detik untuk memilih respons baru.
Orang tua kita mencintai, hanya caranya sering tak sampai. Anda akan memetakan bahasa cinta diri sendiri, pasangan, anak, dan orang tua, sehingga pelukan, pujian, atau waktu bersama benar-benar diterima anak sebagai cinta.
Suatu hari cucu Anda akan menyebut nama Anda ke orang lain. Buku ini membantu memastikan yang mereka ceritakan adalah cahaya, bukan luka.
Kisah nyata di dalam buku, diambil dari ruang konseling Bunda Sofie. Nama disamarkan.
Sejak remaja Rara jadi tempat curhat ibunya. Ia tumbuh dengan keyakinan: “Aku dicintai ketika aku berguna.” Setelah punya anak, ia sadar mulai meletakkan beban emosinya di pundak kecil anaknya, persis yang dulu terjadi padanya.
Satu kalimat dari pasangan, “Begitu aja kok nggak bisa”, membuatnya hancur. Ternyata kalimat itu membuka kenangan masa kecil. Yang paling menyakitkan: saat lelah, ia memarahi anak-anaknya dengan kalimat yang sama.
Dititipkan ke orang tua asuh saat kecil, Ari tumbuh membenci ibunya. Setelah sukses, tiap telepon keluarga ia sambut ketus: “Mau pinjam uang?” Padahal ia sangat merindukan cinta mereka.
Kisah di atas adalah proses pendampingan konseling. Hasil setiap orang berbeda; buku ini membantu Anda memulai prosesnya secara mandiri.
Buku ini mudah dipahami, tidak bertele-tele, dan langsung membawa kita memahami luka terdalam dalam diri… bukan hanya untuk memahami diri, tetapi juga untuk menyembuhkannya. Highly recommended bagi siapa pun yang ingin ‘selesai’ dengan dirinya.
Yang paling menampar saya, kita sering hanya fokus pada luka yang diwariskan, padahal kita juga mewarisi cahaya: kekuatan, ketangguhan, dan cinta… Buku ini membuat saya semakin bersyukur atas keluarga yang saya miliki.
Dengan dasar ilmiah yang kuat dan bahasa yang mudah dipahami, buku ini membimbing kita step by step… Teknik healing-nya pun mudah dipahami dan diikuti.
Baca kata-kata persembahannya saja saya sudah mau menangis.
Buku fisik yang bisa Anda coret, tandai, dan kerjakan dengan pena di tangan.
💝 Ingin memberi untuk orang tua, pasangan, atau sahabat? Sebutkan jumlah bukunya saat memesan.
Anda tidak bisa memilih keluarga tempat Anda dilahirkan. Tetapi Anda bisa memilih apa yang berhenti di Anda, dan apa yang Anda teruskan. Mungkin anak Anda tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang mau sadar, memperbaiki, dan bertumbuh.
Buku fisik Rp 125.000 · 14 worksheet di dalamnya